Beranda > Artikel > 12 Prinsip Dasar Animasi

12 Prinsip Dasar Animasi

Kamis, 05 September 2013
Frank Thomas dan Ollie Johnston adalah 2 tokoh animator Walt Disney yang merumuskan 12 prinsip animasi ini. 12 prinsip animasi ini muncul atas dasar seorang Animator profesional sepertinya harus mengetahui dan memahami bagaimana sebuah animasi dibuat sedemikian rupa sehingga didapatkan hasil animasi yang menarik, dinamis dan tidak membosankan.
Dua belas prinsip dasar animasi ini ditemukan oleh animator Disney kawakan bernama Ollie Johnston dan Frank Thomas dan ditulis ke dalam buku berjudul The Illusion of Life: Disney Animation di tahun 1981.Buku ini jadi maha penting karena berisi rangkuman teknik membuat animasi di Disney Animation sejak tahun 1930. Meski harganya cukup mahal, buku ini sangat bagus untuk pengetahuan dan teknik awal animasi.

12 Prinsip dasar tersebut mencakup squesh n strech, anticipations, staging, straight ahead actions and pose to pose, follow-through and overlaping actions, slow in-slow out, arcs, secondary actions, timing, exaggeration, solid drawing, serta appeal. Untuk penjelasan lebih lanjut, coba perhatikan dibawah ini.

12 Prinsip dasar Animasi


Prinsip Squash and Strech

Squash and strach adalah gerakan animasi yang bersifat lentur, misal pada sebuah bola yang terjatuh. Ketika menyentuh lantai, bentuk bola tersebut tidak akan bulat seperti bola yang diam, bola tersebut pasti akan menjadi oval / melebar. (seperti ditarik2 dan elastis)

Prinsip Anticipation

Prinsip ini akan mengantarkan pada gerakan utama yang siap diterima penonton yaitu ancang-ancang sebelum action terjadi. Contoh paling umum adalah gerakan melompat. Seseorang yang akan melompat, akan memulai dengan gerakan jongkok terlebih dahulu, lalu mulai melompat. Contoh lain adalah gerakan menendang bola pada sepak bola, sebelum menendang bola tersebut, pasti kalian akan mengambil ancang-ancang seperti mengangkat kaki terlebih dahulu, lalu melepaskannya dengan kencang. Istilah biasa disingkat menjadi Antiq.

Prinsip Timing

Grim Natwick adalah seorang animator Disney yang pernah berkata, “Animasi adalah tentang timing dan spacing”, maksudnya Timing adalah kapan menentukan waktu sebuah gerakan harus dilakukan, baik itu gerakan Utama, maupun gerakan Tambahan.

Prinsip Staging

Seperti halnya yang dikenal dalam film atau teater, staging dalam animasi juga meliputi bagaimana ‘lingkungan’ dibuat untuk mendukung suasana atau ‘mood’ yang ingin dicapai dalam sebagian atau keseluruhan scene.

Prinsip Straight Ahead and Pose to Pose

Straight ahead action artinya gambar awal sampai dengan gambar akhir menunjukan satu rangkaian gerakan yang sangat jelas maksud dan tujuannya. Yang termasuk dalam prinsip ini adalah (dalam gerakan gambar inbetween/ gambar di antara 2 key pose) perubahan volume, ukuran, proporsi, bahkan juga bisa berupa gerakan yang lebih liar dan spontan.

Sedangkan Pose to Pose adalah rangkaian gerakan yang sudah direncanakan matang-matang dengan beberapa key drawing atau key pose sehingga perubahan volume, ukuran, proporsi akan lebih presisi atau terencana dengan baik.

Staight ahead action dan Pose to pose yang dibuat oleh seorang Key animator untuk mempermudah seorang Inbetweener mengerjakan tugasnya agar lebih terarah dan terencana dengan matang.

Prinsip Follow Through and Overlapping Action

Prinsip Follow through ini akan membuat gerakan animasi lebih terasa alamiah. Follow through dilakukan dengan cara sebagian dari tubuh masih bergerak pada saat karakter berhenti (maksudnya masih memiliki sisa gerakan dari gerakan utama), misalnya saat seorang yang berjubah sedang jalan dan kemudian dia berhenti secara tiba-tiba, pasti jubah tersebut masih mengikuti gerakan si-orang tersebut walaupun orang tersebut telah berhenti.

Overlapping action terjadi pada saat sebagian tubuh seperti terseret waktu badan bergerak ke arah yang lain. Misalnya seorang penari Salsa yang memakai rok lebar saat menari. Rok tersebut akan terlihat bergerak mengikuti tarian, seolah-olah menutupi gerakan sebelumnya/ overlap. Jadi perhitungan waktu yang teliti amat sangat penting dalam menghasilkan gerakan animasi Follow through and overlapping action yang meyakinkan dan natural.

Prinsip Slow in and Slow out

Gerakan manusia itu jelas tidak ada yang linear atau rata. Dalam setiap gerakan nyaris ada akselerasi atau percepatan dan perlambatan saat akan bergerak maupun berhenti. Prinsip slow in dan  slow out ini membuat gerakan animasi lebih natural dan realistik terutama di awal dan di bagian akhir sebuah gerakan.

Jadi apabila dilihat, jumlah frame akan lebih rapat di bagian awal, sedikit di bagian tengah dan lebih rapat lagi di bagian akhir. Contohnya adalah membuat gerakan animasi orang yang akan duduk atau akan berdiri, juga berlaku pada gerakan animasi selain manusia, misalnya gerakan benda-benda termasuk bouncing ball. Perlu diingat, untuk gerakan-gerakan yang lebih karikatural/ comical dan fase cepat prinsip ini justru dihindari.

Prinsip Archs

Dalam animasi, sistem pergerakan tubuh pada manusia, binatang, atau makhluk hidup lainnya bergerak mengikuti pola/alur (maya) yang disebut Arcs. Hal ini memungkinkan mereka bergerak secara ‘smooth’ dan lebih realistik, karena pergerakan mereka mengikuti suatu pola yang berbentuk lengkung (termasuk lingkaran, elips, atau parabola). Pola gerak semacam inilah yang tidak dimiliki oleh sistem pergerakan mekanik/ robotik yang cenderung patah-patah.

Prinsip Secondary Action

Secondary action adalah gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat gerakan utama supaya sebuah animasi tampak lebih realistik. Secondary action tidak dimaksudkan untuk menjadi ‘pusat perhatian’ sehingga mengaburkan atau mengalihkan perhatian dari gerakan utama. Kemunculannya lebih berfungsi memberikan emphasize untuk memperkuat gerakan utama.

Contohnya adalah gerakan mengayun-ayunkan tangan ketika karakter sedang berjalan.

Prinsip Exaggeration 

Exaggeration adalah upaya untuk mendramatisir sebuah animasi dalam bentuk rekayasa gambar yang bersifat hiperbolis. Dibuat untuk menampilkan ekstrimitas ekspresi tertentu, dan lazimnya dibuat secara komedik. Banyak dijumpai di film-film animasi sejenis Tom & Jerry, Donald Duck, Doraemon dan sebagainya. Sebetulnya, prinsip ini bisa dibilang "lebay", namun sangat membantu dalam dunia per-animasian anak-anak.

Beberapa prinsip tambahan


Lyp-sinc

Prinsip ini merupakan hal yang biasa dalam setiap film animasi. Fungsinya adalah mencocokkan gerakan mulut, tangan, dan gerakan lainnya mengikuti alur emosi, serta suara karakter yang ingin dipakai didalam film tersebut.

Proportion 

Propotion adalah ukuran yang diperlukan untuk membentuk bangunan suatu benda , misalnya tinggi total manusia ideal adalah 8-9 kali diameter lingkar kepala. Proporsi juga berguna untuk membedakan serta memperkuat karakteristik masing-masing tokoh animasi , sesuai dengan sifat atau peranannya. Misalnya ikan badut dan hiu dengan proporsi yang sesuai.

Perspective

Perspective adalah acuan untuk menentukan penempatan setiap elemen animasi secara akurat dalam korelasinya dengan lingkungan sekitarnya (staging) , berdasarkan sudut pandang kamera yang dipilih. (penentuan letak titik hilang atau vanishing point). Penerapan teknik menggambar perspektif yang tepat dapat menampilkan komposisi gambar yang memiliki ilusi dimensi (depth , 3D) dengan sangat meyakinkan (believeable).


Sumber:
http://dkv.binus.ac.id/2010/04/14/12-prinsip-animasi/
http://sugarpinx.blogspot.com/2013/02/12-prinsip-animasi.html



Tidak ada Komentar

Poskan Komentar

Cancel Reply
< >
Drawing codeSyalalala!