Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, mendorong pertumbuhan semua aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogan menjadi kompleks.
Berbeda dengan makhluk lain, manusia memiliki kelebihan dalam kehidupannya. Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya.
Pemanfaatan dan pengembangan akal budi telah terungkap pada perkembangan kebudayaan, baik kebudayaan rohaniah maupun kebudayaan kebendaan.
Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara pikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan salahsatu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi (umumnya) dan masalah penduduk (khususnya). Karena berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia.

Disamping itu, apabila pertambahan pendudk tidak seimbang dengan pertambahan fasilitas hidup akan menimbulkan masalah. Misalkan jika bertambah tingginya angka pengangguran, maka tingkan kemiskinan pun semakin meningkat, serta banyak anak2 yg tidak sekolah, dan tingginya berbagai kejahatan atau kriminalitas.

Perkembangan penduduk dunia sejak tahun 1830 sampai sekarang :

Perkembangan Penduduk Dunia
Tahun 1830 - 2006
Tahun
Jumlah Penduduk (milyard)
Perkembangan / tahun (%)
1830
1
-
1930
2
1
1960
3
1,7
1975
4
2,2
1987
5
2
1996
6
2
2006
7
2

Sumber : Iskandar N, Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia.

Jika dilihat dari tabel tersebut, pertumbuhan penduduk dunia semakin cepat. Penggandaan penduduk (double population) jangka waktunya semakin singkat. Bertambah cepatnya penggandaan penduduk tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Penggandaan Penduduk Dunia
Tahun Penggandaan
Perkiraan Penduduk Dunia
Waktu
800 SM
5 juta
 -
1650 tahun
500 juta
1500
1830 tahun
1 milyard
180
1930 tahun
2 milyard
100
1975 tahun
4 milyard
45

Sumber : Ehrlich, Paul, R, et, al, Human Ecology W.H. Freeman andCo San Fransisco

Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun. Penambahan/pertumbuhan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor- faktor demografi sebagai berikut :

  1. Kematian ( Mortalitas )
  2. Kelahiran ( Fertilitas )
  3. Migrasi

Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.

1. Kematian

Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi disini hanya dijelaskan dua jenis kematian saja yaitu :

a. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/ CDR)

Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Seperti Rumus berikut :

CDR = Jumlah kematian/Jumlah penduduk pertengahan th. x 1.000
atau :
CDR = D/ Pm K
Keterangan :
D = Jumlah KematianPm = Jumlah penduduk per pertengahan tahunK = Konstanta = 1.000

Jadi jumlah penduduk yang mewakilii suatu tahun tertentu ialah penduduk pada bulan juni.

Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan rumus sebagai berikut

  1. Pm = 1/2 (P1 + P2)
  2. Pm = P1 + (P2-P1)/2
  3. Pm = P2 – (P2-P1)/2
Keterangan :Pm = Jumlah penduduk pertengahan tahunP1 = Jumlah penduduk pada awal tahunP2 = Jumlah penduduk pada akhir tahun


Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka jumlah jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :
1/2 (550+650) = 600 orang.
Apabila pada tahun 1981 di daerah X ada 12 orang yang meninggal dunia, maka :
CDR = 12/600 x 1000 = 20.
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk terdapat kematian/jumlah yang meninggal 20 orang.

b. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)

Kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Umpama laki- laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki- laki berusia 24 tahun. Orang laki- laki yang berada di medan perang lebih besar kemungkinan untuk mati daripada istri mereka yang berada di rumah.

Karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Specific Death Rate). Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil yang lebih teliti. Kematian jenis ini dapat dibuat rumus :

ASDRi = Di/Pmi x K
Keterangan :
D1 = Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i.
K = Konstanta = 1000

2. Kelahiran Hidup

Fertilitas (Kelahiran hidup) adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Tinggi rendahnya kelahiran dalam suatu/sekelompok penduduk erat hubungannya dan tergantung pada : struktur umur, alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita, serta pembangunan ekonomi. Tingkat kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR). Tingkat kelahiran kasar adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
Rumusnya :
CBR = Jumlah lahir hidup/Jumlah penduduk pada pertengahan th. X 1.000
Atau :
BCDR = b/Pm K
Keterangan :
b = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta (1000)

a. General Fertility Rate (GFR) / Angka Kelahiran Umum

GFR adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita yang berumur produktif antara 15-44 tahun atau 15-49 tahun.
Jadi untuk menghitung angka kelahiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif / subur.
Rumus :
GFR = Juml. kelahiran hidup per th. tertentu/Juml. Wanita usia subur pd pertengahan th. x 1.000
atau :
BGFR = B/Fm(15-44)tahun x K
atau :
BGFR = B/Fm(15-49) x K
Keterangan :
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun
K = Konstanta (=1000)

Di Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49) tahun sekitar 23530 ribu dan jumlah kelahiran sekitar 2985 ribu sehingga :
GFR = 2985/23530 x 1.000 = 127


b. Age Specific Fertility Rate (ASFR) Tingkat Kelahiran Khusus

ASFR menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15- 49 tahun. Ukuran ini lebih baik daripada ukuran di atas, karena pengaruh daripada variasi kelompok umur dapat dihilangkan. Oleh karena itu ada perbedaan yang jelas mengenai fertilitas wanita dalam tiap kelompok interval 5 tahun.
Rumus :
ASFRi = Bi/FMi x K
Keterangan :
Bi = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur 1 tahun
FMi = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K = Konstanta (=1000)

Migrasi

Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu penduduk dari suatu tempat ke tempat lainnya. Hal ini biasanya akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan. Untuk itu langkah- langkah migran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke tempat lain yang lebih baik dengan lebih dahulu mengetahui faktor- faktor seperti persediaan sumber alam, lingkungan sosial budaya, potensi ekonomi, dan alat masa depan. Hal ini dilakukan demi terhindarnya dari akibat negatif.

Macam- macam Migrasi, antara lain :
  1. Migrasi Internasional, migrasi ini dibagi lagi menjadi tiga, yaitu :
    1. Imigrasi : Masuknya penduduk ke suatu negara.
    2. Emigrasi : Keluarnya penduduk ke negara lain.
    3. Remigrasi : Kembalinya penduduk ke negara.
  2. Migrasi Nasional, migrasi ini dibagi lagi menjadi empat, yaitu :
    1. Urbanisasi : Dari Desa ke Kota.
    2. Transmigrasi : Dari Pulau ke Pulau.
    3. Ruralisasi : Dari Kota ke Desa.
    4. Evakuasi : Dari tempat yang tidak aman ke tempat aman.
Proses Migrasi ada dua, yakni :
  1. Migrasi bertahap
  2. Migrasi langsung
Akibat dari Migrasi
Dengan adanya migrasi akan menimbulkan masalah- masalah sosial seperti, pertama, terjadinya pertikaian karena banyaknya suku yang berbeda- beda, perbedaan sosial budaya, perbedaan pola pikir maupun perbedaan tutur kata. Kedua, Rawan terjadi bencana alam karena dengan banyaknya imigran ke kota maka lahan penghijauan akan menjadi sasaran pembangunan perumahan sehingga untuk resapan air pun berkurang. Ketiga, susahnya mendapatkan udara bersih nan asri karena banyaknya imigran membawa kendaraannya dan elektronik yang menyebabkan polusi. Keempat, meningkatnya pengangguran karena banyaknya imigran yang pindah ke kota dengan begitu semakin sempitnya lahan peluang kerja.

Ada tiga jenis struktur penduduk, diantaranya :
  • Piramida penduduk muda : Piramida ini menggambarkan jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah angka kematian. Bentuk piramida ini umumnya kita lihat pada negara- negara yang sedang berkembang. Contohnya : Indonesia, India, Brazil.
  • Piramida stationer : Piramida ini menggambarkan tingkat kematian yang rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida ini terdapat di negara- negara maju. Contohnya : Swedia, Belanda, Skandinavia.
  • Piramida penduduk tua : Piramida ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Negara yang bentuk piramida seperti ini adalah Inggris, Jerman, Perancis.

Rasio Ketergantungan

Rasio ketergantungan adalah angka yang menunjunkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang  belum produktif dan sudah tidak produktif dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja.

Batas umur produktif antara 15 tahun sampai 65 tahun. Rumus ketergantungan rasio adalah sebagai berikut :

DR
atau
DR +

Semakin tinggi usia muda dan usia jompo, maka semakin besar rasio ketergantungannya. Maksudnya untuk dapat menghasilkan barang atau jasa membutuhkan beban yang sangat tinggi sesuai permintaan. Ukuran rasio ketergantungan adalah sebagai berikut :

DR < 62,33%  adalah baik
DR > 62,33% adalah buruk

Penggolongan umur produktif sangat berpengaruh  pada lapangan pekerjaan untuk dapat menghasilkan produktivitas. Berikut adalah penggolongan menurut DW Sleumer :

  • 0 – 14        golongan belum produktif
  • 15 – 19      golongan kurang produktif  penuh
  • 20 – 54      golongan produktif
  • 55 – 64      golongan tidak produktif penuh
  • >  65          golongan inproduktif


Penggolongan menurut Sumbarg :

  • 0 – 15        golongan belum produktif
  • 15 – 65      golongan produktif penuh
  • >  65          golongan produktif berkurang


Penggolongan menurut Widjojo, pullerd, dan John Clark.

  • 0 – 14        golongan belum produktif
  • 15 – 64      golongan prduktif
  • > 65          golongan tidak produktif


Pertumbuhan dan Kebudayaan di Indonesia

Zaman Batu sampai Zaman Logam

Menurut para ahli prehistoris, zaman batu terbagi menjadi dua, yaitu :

  • Zaman batu tua (Paleolithikum)
  • Zaman batu muda (Neolithikum)

Pada zaman dahulu, alat kapak gengggam sangat terkenal pada zaman itu. Alat itu berasal dari Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai ke Punsjab (India). Para ahli prehistori melakukan penelitian bahwa bangsa Proto Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar atau kecil berasal dari Cina Selatan, dan menyebar sampai Semenanjung Malaka.

Untuk daerah negara Indonesia, kapak tersebut tersebar di daerah Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, hingga sampai ke Flores. Kapak batu tersebut diasah sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu pada rotan.

Bersamaan dengan kapak genggam, tersebar pula bahasa Proto Austronesia, yaitu sebagai induk bahasa dari bangsa-bangsa yang mendiami pulau Samudra Indonesia dan Pasifik. Bahasa Proto Austronesia disebut-sebut sebagai bahasa melayu. Bahasa tersebut dijadikan bahasa resmi, bahasa kesatuan Republik Indonesia.

Pada zaman batu muda (Neolithikum), masyarakat tersebut mampu  membuat aneka ragam senjata berburu, senjata perang, serta alat lain yang mereka perlukan. Suatu hal yang perlu diingat ialah kenyataan yang jelas bahwa Indonesia sebelum zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang derajatnya tinggi, hal tersebut sangat penting dalam perkembangan sejarah Indonesia selanjutnya.

Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam

Kebudayaan Hindu dan Budha

Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, tepatnya di Pulau Jawa. Agama Hindu berasal dari negara India. Namun, pada abad ke-5, ajaran agama Budha masuk ke Indonesia, tepatnya di perairan Pulau Jawa. Ajaran agama Budha lebih maju  dari pada ajaran agama Hindu, karena agama Budha tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.

Pada akhirnya, ke-2 agama tersebut mampu berkembang dan berdampingan secara damai. Penganut agama Hindu dan Budha melahirkan karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra. Contoh dari arsitektur tersebut adalah bangunan candi Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, dan lain-lain. Candi Borobudur adalah candi terbesar dan termegah di Asia Tenggara, dan tercatat sebagai bangunan 10 besar keajaiban dunia.

Kebudayaan Islam

Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-15 dan 16 yang disebar oleh Wali Sanga. Masuknya agama Islam khususnya di Pulau Jawa berlangsung dengan suasana damai. Hal tersebut disebabkan karena tidak ada paksaan dari pihak manapun , melainkan secara baik-baik. Daerah yang belum terpengaruh oleh ajaran Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan penduduk daerah yang bersangkutan, misalnya  di daerah Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatra timur, Sumatra Barat, dan pesisir Kalimantan.

Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi penganut terbesar penduduk Indonesia. Kebudayaan Islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Kebudayaan Barat

Kebudayaan barat masuk ke Indonesia ketika kaum penjajah memasuki wilayah Indonesia, yaitu bangsa Belanda.Pasukan VOC membuat bangunan dengan gaya arsitektur barat, khususnya di wilayah Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial, yaitu Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh dan Lapisan sosial kaum pegawai.

Dalam hal ini, penyebaran agama juga terjadi, yaitu agama Katolik dan Kristen yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran tersebut dilakukan dengan penduduk yang belum terpengaruh dengan agama lainnya. Daerah tersebut antara lain : Irian Jaya, Maluku Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan pedalaman Kalimantan. Penelitian yang dilakukan Antrophologi menunjukan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Setiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan kaidah sebagai konkretisasi. Nilai dan kaidah berisikan harapan masyarakat, perihal perilaku yang pantas dari perilaku seseorang. Batas-batas tersebut menjadi suatu aturan permainan dalam pergaulan hidup.

Kepribadian bangsa Indonesia yang ramah tamah, suka menolong, memiliki sifat gotong royong, artinya ciri umum dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang berada di Indonesia, dan terpatri menjadi ciri khas kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri.

Sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-mkdu_isd.htm
http://pengantarilmu-mujahid.blogspot.com/2011/12/macam-macam-migrasi.html
http://vitaloka09.blogspot.com/2013/10/softskill-isd-tugas-2-pertumbuhan.html
http://sandradesnia.wordpress.com/2012/10/07/tugas-ke-2-isd-pertumbuhan-dan-perkembangan-penduduk/

NAMA        : Adi Nugraha Y
NPM         : 50414234
KELAS       : 1ia17
MATA KULIAH : Algoritma dan Pemrograman A
DOSEN       : Kunto Bayu A, S.T.



Sorting? perlukah kita tau tentang hal ini? Maksudnya jika tidak perlu, jangan baca artikel ini ya .. hahaha..

Sorting itu bahasa inggris gan,. (ya iyalah jelas!, artikel macam apa ini?!) Maksudnya.... (terlalu banyak maksud) :v

Oke oke, sebelum kita mengetahui jenis-jenisnya, terlebih dahulu kita mencari arti dari kata "sorting" ini. Kata kakak kelas yang bernama Wikipedia :

Sorting adalah sebuah proses merangkai benda dalam urutan tertentu dan/atau dalam himpunan yang berbeda, dan oleh karena itu dia memiliki dua arti umum yang berbeda:
  • Pengurutan: merangkai benda yang sejenis, sekelas, dll, dalam urutan yang teratur,
  • Kategorisasi: pengelompokan dan pemberian label kepada benda dengan sifat yang serupa.
linkout

Setelah mengerti maksud dari kata ini, sekarang kita masuk ke pembagian jenis Sorting sendiri.

1. Bubble Sort

Bubble Sort merupakan metode pengurutan yang sering digunakan dengan metode yang paling sederhana. pada metode ini, Pengurutan dilakukan dengan cara membandingkan masing-masing item / data dalam suatu list secara berpasangan, lalu menukar data tersebut jika diperlukan, dan mengulanginya sampai akhir list secara berurutan dengan sempurna, sehingga tidak ada lagi data yang dapat ditukar.

2. Selection Sort

Selection Sort merupakan metode pengurutan dengan cara membaca seluruh elemen secara berurutan dan mencari nilai terendah. Kemudian membandingkan dan menukar elemen yang terpilih tersebut dengan elemen ke-a. Nilai dari a dimulai dari 1 ke n. Dimana n adalah jumlah total elemen dikurangi 1.

3. Quick Sort

Quick Sort merupakan metode pengurutan dengan algoritma berdasarkan pola divide-and-conquer.
penyortiran ini hanya memiliki 2 langkah :

  1. Divide bisa dikatakan Memilah rangkaian data menjadi dua sub-rangkaian A[p…q-1] dan A[q+1…r] dimana setiap elemen A[p…q-1] adalah kurang dari atau sama dengan A[q] dan setiap elemen pada A[q+1…r] adalah lebih besar atau sama dengan elemen pada A[q]. A[q] disebut sebagai elemen pivot. Perhitungan pada elemen q merupakan salah satu bagian dari prosedur pemisahan.
  2. Conquer dengan cara Mengurutkan elemen pada sub-rangkaian secara rekursif. Pada algoritma quicksort, langkah ”kombinasi” tidak di lakukan karena telah terjadi pengurutan elemen – elemen pada sub-array.

4. Insertion Sort

Insertion sort merupakan salah satu metode sorting dengan cara menyisipkan (insert). Pada dasarnya insertion sort memilah data yang akan diurutkan menjadi dua bagian: yang belum diurutkan dan yang sudah diurutkan. Elemen pertama diambil dari bagian array yang belum diurutkan dan kemudian diletakkan sesuai posisinya pada bagian lain dari array yang telah diurutkan. Langkah ini dilakukan secara berulang hingga tidak ada lagi elemen yang tersisa pada bagian array yang belum diurutkan tersebut.

5. Merge Sort

Merge Sort merupakan jenis pengurutan yang dirumuskan dalam 3 tahap berpola, yaitu divide and conquer.

berikut tahapan Merge Sort :

  1. Divide = Memilah elemen – elemen dari rangkaian data menjadi dua bagian.
  2. Conquer = Setiap bagian dengan memanggil prosedur merge sort secara rekursif
  3. Kombinasi = Mengkombinasikan dua bagian tersebut secara rekursif untuk mendapatkan rangkaian data yang berurutan.
Proses rekursi berhenti jika mencapai elemen dasar. Hal ini terjadi jika bagian yang akan diurutkan menyisakan tepat satu elemen. Sisa pengurutan satu elemen tersebut menandakan bahwa bagian tersebut telah terurut sesuai rangkaian yagn dikehendaki.

6. Shell Sort

Metode ini disebut juga dengan metode pertambahan menurun (diminishing increment). Metode ini dikembangkan oleh Donald L. Shell pada tahun 1959, sehingga sering disebut dengan Metode Shell Sort. Metode ini mengurutkan data dengan cara membandingkan suatu data dengan data lain yang memiliki jarak tertentu, kemudian dilakukan penukaran bila diperlukan.

7. Heap Sort

Heap sort merupakan metode sorting yang menggunakan struktur data heap, dengan nilai parent selalu lebih besar dari pada nilai childnya.

langkah-langkah metoder sortnya sebagai berikut :
  1. Buat suatu Heap
  2. Ambil isi dari root, lalu masukkan kedalam sebuah array.
  3. Hapus element root dengan mempertahankan properti heap.
  4. Ulangi sampai tree menjadi kosong

8. Bucket Sort

Bucket Sort merupakan metode sorting yang mempartisi deret angka menjadi beberapa deret yang kemudian dianalogikan menjadi ember.

Algoritma nya sebagai berikut :

  1. Cari nilai maksimum dan minimum di dalam array.
  2. Inisialisasi array bucket Daftar <> unsur (ukuran maxValue – minValue + 1)
  3. Pindahkan elemen dalam array untuk bucket
  4. Write bucket keluar (dalam rangka) ke array yang asli

9. Radix Sort

Radix Sort adalah metode sorting yang ajaib yang mana mengatur pengurutan nilainya tanpa melakukan beberapa perbandingan pada data yang dimasukkan. Secara umum yang proses yang dilakukan dalam metode ini adalah mengklasifikasikan data sesuai dengan kategori terurut yang tertentu dan dalam tiap kategorinya dilakukan pengklasifikasian lagi dan seterusnya sesuai dengan kebutuhan.
Secara kompleksitas waktu, radix sort termasuk ke dalam Divide and Conquer.Namun dari segi algoritma untuk melakukan proses pengurutan, radix sort tidak termasuk dalam Divide and Conquer.

Perhatian
Semua gambar dalam posting ini berasal dari luar, dengan kata lain saya tidak menggambarnya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sorting
http://id.wikipedia.org/wiki/Quicksort
http://en.wikipedia.org/wiki/Radix_sort
http://dodik99.blogspot.com.tr/2014/03/macam-macam-jenis-metode-sorting.html
http://agusjembung.blogspot.com.tr/2012/02/macam-macam-sorting.html
http://dotgeoteam.wordpress.com/2013/05/05/radix-sort/
NAMA        : Adi Nugraha Y
NPM         : 50414234
KELAS       : 1ia17
MATA KULIAH : Algoritma dan Pemrograman A
DOSEN       : Kunto Bayu A, S.T.






Coba perhatikan beberapa contoh berikut :
Dan contoh kode berikut (PHP)

$panjang = 10;
$lebar = 20;
$operasi = $panjang * $lebar;

if($operasi == 200){
print ‘hasilnya benar’;
}
Else
{
print ‘hasilnya salah’;
}


Dari beberapa contoh diatas, dapat kita simpulkan bahwa arti umum algoritma adalah urutan langkah-langkah penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis, terperinci, dan logis. Sedangkan Dalam matematika dan ilmu komputer, algoritma adalah prosedur langkah-demi-langkah untuk penghitungan. Algoritma digunakan untuk penghitungan, pemrosesan data, dan penalaran otomatis.

Algoritma adalah metode efektif diekspresikan sebagai rangkaian terbatas dari instruksi-instruksi yang telah didefinisikan dengan baik untuk menghitung sebuah fungsi. Dimulai dari sebuah kondisi awal dan input awal (mungkinkan kosong), instruksi-instruksi tersebut menjelaskan sebuah komputasi yang bila dieksekusi, diproses lewat sejumlah urutan kondisi terbatas yang terdefinisi dengan baik, yang pada akhirnya menghasilkan "keluaran" dan berhenti di kondisi akhir.

Pernyataan tentang Algoritma:

  1. Algoritma adalah inti dari ilmu komputer
  2. Algoritma adalah urutan-urutan dari instruksi atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah
  3. Algoritma adalah blueprint dari program
  4. Sebaiknya disusun sebelum membuat program

Kriteria suatu Algoritma:

  • Ada input dan output
  • Efektifitas dan efisien
  • Tertata/Terstruktur

Ciri Penting Algoritma:

  1. Algoritma harus berhenti setelah menjalankan sejumlah langkah terbatas.
  2. Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak berarti-dua (ambiguitas).
  3. Algortima memiliki nol atau lebih masukan.
  4. Algoritma memiliki nol atau lebih keluaran.
  5. Algoritma harus efektif (setiap langkah sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam waktu yang masuk akal).

Memprogram dan Bahasa Pemrograman:

  • Belajar memprogram adalah belajar tentang metode pemecahan masalah, kemudian menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang masuk akal, mudah dibaca, dan mudah dipahami.
  • Belajar bahasa pemrograman adalah memakai suatu bahasa, aturan, tata bahasa, instruksi-instruksi, dan tata cara pengoperasian compiler untuk membuat program yang ditulis dalam bahasa tersebut.

Notasi Algoritma:

  1. Penulisan algoritma tidak tergantung dari spesifikasi bahasa pemrograman dan komputer yang mengeksekusinya. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman tetapi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman.
  2. Notasi algoritma dapat berupa raian kalimat deskriptif (narasi):
Contoh:

Algoritma hasil penjualan warung ucokDiberikan bulan dan presentase penjualan warung ucok, jika nilai presentase tersebut lebih besar atau sama dengan 100% maka penjualan dinyatakan untung banyak, jika nilai presentase lebih kecil dari 100% maka dinyatakan rugi bandar.

Deskripsi:

  1. Baca bulan dan presentase penjualan
  2. Jika presentase penjualan >= 100% maka
  3. Penjualan = untung banyak
  4. Tetapi jika salah
  5. Penjualan = rugi bandar
  6. Tulis bulan dan Penjualan.

Struktur Dasar Algoritma

Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi (sequence), pemilihan aksi (selection), pengulangan aksi (iteration) atau kombinasi dari ketiganya. Jadi struktur dasar pembangunan algoritma ada tiga, yaitu:

  1. Struktur Runtunan
  2. Digunakan untuk program yang pernyataannya sequential atau urutan.
  3. Struktur Pemilihan
  4. Digunakan untuk program yang menggunakan pemilihan atau penyeleksian kondisi.
  5. Struktur Perulangan (loop)
  6. Digunakan untuk program yang pernyataannya akan dieksekusi berulang-ulang.


Dalam Algoritma, tidak dipakai simbol-simbol / sintaks dari suatu bahasa pemrograman tertentu, melainkan bersifat umum dan tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman apapun juga. Notasi-notasi algoritma dapat digunakan untuk seluruh bahasa pemrograman manapun.

Definisi Pseudo-code

Kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan penjelasan cara menyelesaikan suatu masalah. Pseudo-code sering digunakan oleh manusia untuk menuliskan algoritma.


Flowchart



  • Flowchart adalah bagan-bagan yang mempunyai arus menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah.
  • Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma.

Simbol Flowchart


Ada 2 macam flowchart:

  1. System flowchart
  2. Urutan proses dalam system dengan menunjukkan alat media input, output serta jenis penyimpanan dalam proses pengolahan data.
  3. Program flowchart
  4. Urutan instruksi yang digambarkan dengan symbol tertentu untuk memecahkan masalah dalam suatu program.

Pembuatan Flowchart

  • Tidak ada kaidah yang baku untuk membuat flowchart
  • Flowchart = gambaran hasil analisa suatu masalah
  • Flowchart dapat bervariasi antara satu pemrograman dengan pemrograman lainnya.

Secara garis besar ada 3 bagian utama:

  • Input
  • Proses
  • Output

Tips membuat flowchart

  • Hindari pengulangan yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat
  • Jalannnya proses digambarkan dari atas ke bawah dan diberikan tanda panah untuk memperjelas.
  • Sebuah Flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan END.


Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Algoritma&hl=en&gl=id&strip=0
http://andikafisma.wordpress.com/algoritma-dan-pemrograman/
http://blognapibelog.blogspot.com/2010/07/algoritma-dan-flowchart-dasar.html


Lain-lain

Followers

About Me

Foto Saya

Hi, my name is adi nugraha. I was in school at SMK 9 Bekasi. Nice to meet you :)
Desain template oleh Adi Nugraha Diberdayakan oleh Blogger