Nama : Adi Nugraha Y
NPM : 50414234
Kelas : 1ia17
Mata Kuliah : Algoritma dan Pemrograman 1A
Dosen : Bayu Kunto A, ST.

Pembuatan Tabel.

Argumen dan Fungsi.

Kita harus mengetahui apa artinya. Tabel adalah data pembantu dalam pengolahan data yang memiliki baris (ROW) dan kolom(COLUMN)
Kita ambil contoh dari kehidupan sehari-hari, misalkan tabel pembayaran uang kas kelas :v
Nomer AbsenTelah DibayarTunggakan
1129.50017.250
1210.50054.250
1315.00012.000

Dari data diatas tidak dapat diketahui nama pembayar uang kas tersebut. Maka kita harus membuat khusus yang berisikan nomer absen beserta keterangan nama pembayar. Contohnya :

Nomer AbsenNama Siswa
11Ayane Nakagawa
12Mirai Kuriyama
13Tanaka Yoshimura

Nomer Absen” merupakan kolom yang dipakai sebagi acuan untuk mencari data nama pembayar uang kas didalam tabel pertama, serta berfungsi sebagai Control Field / ARGUMEN / ID (angka unik).
Sedangkan “Nama Siswa” adalah kolom FUNCTION dari tabel tersebut.

Penggunaan Storage untuk Penyisipan Tabel

Data didalam media penyimpanan yang berfungsi sebagai tabel disebut external table.
Contohnya : Disk, Kartu, Dokumen, dll.

Dalam proses pengolahan data, external table ini sebaiknya dipindahkan ke memori agar proses menjadi cepat. Didalam memori, external table menempati lokasi yang disebut storage. Didalam Storage terbentuk suatu table yang disebut internal table. Selanjutnya proses pengolahan menggunakan Internal Table. Oleh karena itu, pada awal proses pengolahan, data harus disusun terlebih dahulu untuk memindahkan external table kedalam storage sehingga terbentuk internal table.

Dibawah in terlampir flowchart yang memperlihatkan proses pembentukan internal table. Tabel ini dibentuk berdasarkan external table pada pembahasan sebelumnya, yaitu Tabel Nama Pembayar Uang Kas. Data dari external table diinput melalui keyboard dan proses input berakhir jika operator mengetikkan 0 untuk Nomer Absen


Perhatikan Flowchart diatas, terlihat bahwa setiap data yang dibaca dari external table disimpan didalam nAbsen [a] dan nSiswa [a]. Variabel ini merupakan variabel berindex atau sering dikatakan sebagai variabel Array.
Variabel array ?
Variabel array adalah satu variabel dengan beberapa tempat penyimpanan. Ilustrasinya sebagai ruangan tanpa batas yang memiliki Nama yang Sama (variabel) dengan ID yang berbeda (index).
Penyimpanan kedalam variabel array nAbsen dilakukan berdasarkan nilai Indexnya. Pada flowchart, nilai index dintentukan melalui variabel [a]. Pada saat data Nomer Absen pertama diinput, nilai [a]=1. Dengan demikian Nomer Absen (NIP) yang pertama diinput disimpan didalam variabel nAbsen[1], dan seterusnya. Sehingga terbentuk variabel seperti nAbsen dan nSiswa dengan isi seperti berikut :

nAbsen[1] = 11nSiswa[1] = Ayane Nakagawa
nAbsen[2] = 12nSiswa[2] = Mirai Kuriyama
nAbsen[3] = 13nSiswa[3] = Tanaka Yoshimura
nAbsen[4] = 14nSiswa[4] = Natsuki Nakashima
vv
INDEXINDEX


Proses Pencarian (Searching)

Proses pencarian didalam internal table dilakukan dengan mengacu pada nilai indexnya. Misalkan untuk mencari pegawai dengan nAbsen = 13, maka dapat digambarkan melalui flowchart berikut :


Flowchart diatas disusn dengan asumsi internal tabel telah terbentuk. Proses pencarian nama pegawai dapat diurutkan sebagai berikut :

  1. Pada awal proses, variabel “Cari” diisi sesuai dengan Nomer Absen yang akan kita cari, sedankan variabel “a” digunakan sebagai index untuk menentukan posisi variabel array internal table.
  2. Variabel “b” adalah hasil penjumlahan nilai penentu posisi variabel array (var “a”) dengan 1
  3. Periksa isi variabel nAbsen(disini bisa dikatakan kolom nAbsen) yang telah dijumlahkan sebelumnya dengan variabel “Cari”.

    • Jika isinya sama, maka Cetak nSiswa dengan lokasi sesuai index pada variabel “b”. > Proses Selesai
    • Jika isinya berbeda, maka lakukan langkah selanjutnya.
  4. Kembali ke Langkah 2 (disini akan terjadi looping).

TEKNIK SWITCHING

Teknik switching adalah cara memperpendek jalur proses. Teknik ini memakai suatu indikator untuk mengantisipasi proses yang akan dilakukan selanjutnya. Indikator ini dapat dimisalkan seperti Switch pada tombol lampu, dimana tombol ini dapat mengatur dua kondisi yaitu nyala atau padam. Namun dalam Flowchart switch tersebut berupa variabel yang diisi dengan dua kondisi yaitu 0 dan 1. Melalui isi variabel tersebut dapat diketahui kondisi proses yang telah dilakukan. Sehingga dapat dilakukan pengalihan proses tanpa melalui proses sebelumnya, sehingga dapat mempersingkat alur proses

Analisa Persoalan

Sebuah perusahaan ingin mengkomputerisasikan perhitungan pemakaian listrik. Dimana pelanggannya mencakup seluruh wilayah di Jakarta.


Spesifikasi prosesnya adalah :

--> Input diperoleh melalui entry data oleh operator yang terdiri dari :
  • wilayah : 1 numerik
  • nomor langganan : 2 alphanumerik
  • nama langganan : 20 alphanumerik
  • jumlah pemakaian : 4 numerik
--> Data habis jika operator mengentry nomor langganan = 0
--> Data sudah urut per kode wilayah yang terdiri dari : Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur.
--> Jika wilayah berubah, maka cetak total biaya per wilayah dan ganti halaman baru.
--> Pada akhir laporan cetak total seluruh biaya yaitu jumlah total pemakaian listrik di semua wilayah.
--> Layout laporan yang diinginkan adalah :



 
Berdasarkan contoh diatas, dibuat analisa sehingga diketahui persiapan yang harus dilakukan.
Persiapan tersebut adalah :
  1. Dalam spesifikasi proses dijelaskan bahwa data sudah urut per kode wilayah. Jadi proses pembacaan data akan dilakukan terhadap sekelompok data dengan kode wilayah yang sama. Setelah data wilayah tersebut habis, maka proses pembacaan dilanjutkan dengan wilayah berikutnya. Bagaimanakah caranya agar diketahui perbedaan data yang baru dibaca dengan data sebelumnya?
  2. Bagaimanakah halnya jika data yang akan dibandingkan merupakan data awal proses ? karena hal ini tidak memungkinkan untuk membandingkan data tersebut dengan data sebelumnya. Dimana variabel penyimpanan masih dalam kondisi kosong atau belum diisi oleh data wilayah sebelumnya. Untuk itu perlu dipersiapkan satu variabel yang berfungsi sebagai variabel switch. Variabel ini pada awal proses diberi nol.
Sehingga sebelum dilakukan proses pembandingan, lakukan terlebih dahulu pemeriksaan isi variabel ini. Jika isinya masih tetap nol berarti pembacaan data merupakan data awal. Untuk itu tidak perlu dilakukan pembandingan terhadap kode wilayah. Yang perlu dilakukan adalah menyimpan kode wilayah tersebut ke dalam variabel sementara, agar pada proses pembacaan data berikutnya dapat dilakukan pembandingan terhadap data ini.


Penelusuran Flowchart

1. Siapkan variabel-variabel yang diperlukan selama proses berlangsung.
Variabel-variabel tersebut adalah :

SW : Variabel Swicth
WS : Untuk mempertahankan kode wilayah yang pertama kali dibaca
TotWil : Untuk menghitung total pemakaian per wilayah
TotSel : Untuk menghitung total pemakaian seluruh wilayah

2. Input data dan disimpan didalam variabel :
NO : Data Nomor Langganan
KW : Data Kode Wilayah
NM : Data Nama Pelanggan
JP : Data Jumlah pemakaian listrik tiap pelanggan

3. Periksa isi variabel NO, bila NO=0,lakukan :
  • Cetak Total Pemakaian Per Wilayah yang tersimpan   didalam variabel TotWil
  • Cetak nilai Total pemakaian seluruh wilayah yang tersimpan didalam variabel TotSel
  • Proses selesai / berakhir
  • Jika isi variabel No ternayat tidak sama dengan 0 berarti proses belum berakhir, lanjutkan ke langkah 4

4. Periksa isi variabel SW. 
Langkah ini dilakukan untuk mengetahui apakah proses yang dilakukan merupakan proses awal. Jika SW = 0, berarti proses merupakan pembacaan data awal, maka lakukan :
  • Isi Variabel SW dengan nilali = 1
Karena proses pembacaan merupakan data awal, maka isi KW harus dipertahankan untuk perbandingan pada data berikutnya. Oleh karena itu lanjutkan ke langkah 9 untuk mengisi ke variabel penampungan yaitu WS.

Jika SW tidak sama dengan o, berarti data yang dibaca bukan merupakan data pertama. Berarti variabel WS telah diisi dengan kode wilayah sebelumnya. Untuk itu dapat dilakukan pembandingan isi antara variabel Ws dengan KW

5. Bandingkan isi variabel KW dengan WS
Jika isi kedua variabel tersebut sama, berarti data yang dibaca merupakan data wilayah yang sama dengan data sebelumnya. Oleh karena itu lanjutkan proses ke langkah 11. Namun jika isi KW tidak sama dengan WS berarti data tersebut merupakan data pemakaian listrik untuk wilayah lainnya. Oleh karena itu harus harus dilakukan proses pencetakan total pemakaian wilayah sebelumnya dan proses pencetakan judul. Judul tersebut digunakan untuk wilayah baru sesuai dengan data wilayah yang dibaca. Lanjutkan ke langkah 6.

6. Tambahkan Nilai Total Pemakaian per Wilayah ke Nilai Total Seluruh Wilayah.
Gunakan rumus : TotSel = TotSel + TotWil

7. Cetak Nilai Total per Wilayah

8. Kosongkan variabel TotWil.
Karena variabel ini akan digunakan untuk perhitungan nilai total pemakaian wilayah berikutnya. Karena data yang dibaca merupakan wilayah baru maka isi variabel Ws juga harus diganti / diperbaharui.

9. Variabel WS diisi sesuai dengan isi KW yang dibaca dengan menggunakan rumus berikut : WS = KW

10. Cetak Judul Untuk Setiap Wilayah

11. Tambahkan jumlah pemakaian tiap pelanggan ke dalam variabel total pemakaian per wilayah. Rumus yang dipakai adalah : TotWil = TotWil + JP

12. Cetak data-data tiap Pelanggan

13. Kembali ke langkah-langkah untuk membaca data Berikutnya


http://erlina.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/35801/13.doc
http://susi22.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27501/TEKNIK+SWITCHING_bab7.doc
http://mhmdrino.blogspot.com/2014/11/penerapan-konsep-tabel-dan-switching.html





Macet, kata ini sudah sering bahkan tiap hari dilontarkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya didaerah perkotaan. Kita ambil contoh kota Bekasi, walaupun wilayah kotanya tidak sebesar kota Jakarta, namun hampir atau bahkan setiap hari kita dapat melihat banyaknya benda besi beroda dua ataupun empat sedang mengantri entah itu karena lampu merah atau memang ada hal lain yang menyebabkan macet (kita sebut saja macet Gak Jelas).

Kadang kita sering menggerutu seperti "kok macet sih? | tumben macet? | huft macet.. | dll." bahkan menggerutu tidak jelas serta mengucapkan kata-kata kasar seperti "jir cot! (macet total) | !@#$%^&*(); (kata-kata disamarkan demi kesopanan)" sampai-sampai saling menyalahkan, seperti "ah gara-gara n jadi macet tuh.. (n = variabel *gubrak) | bodoh aja tuh orang ada plang dilarang puter balik tapi tetep aja trobos bos (padahal penulisnya juga seperti itu)". Setelah kita banyak mendengar kata-kata abstrak seperti itu, mari kita ulas lagi apasaja sih penyebab kemacetan ?

1. Banyaknya Pengendara Melanggar Aturan Lalulintas.

Kita ambil contoh seperti, ada sebuah lokasi, dimana itu terdapat larangan parkir (Huruf P kecoret) namun si-pengemudi tetap bersihkeras untuk parkir ditempat itu dengan alasan "Sorry, disana-sini ga ada tempat parkir".
Contoh kedua, (dalam kondisi macet) semua mobil antri, sedangkan beberapa mobil menyerobot ke antrian depan (istilahnya nyodok). Hal ini mencebabkan "TAMBAH MACET"
Yang terakhir adalah mereka yang tidak mau antri, dengan kata lain mereka dalam keadaan terburu-buru entah itu sedang kebelet buang air atau omong kosong apalah itu.

2. Jalan Rusak

Yep, jalan rusak adalah penyebab kemacetan khususnya didaerah perbatasan, contohnya didaerah perbatasan Cileungsi (karena penulis berada di Kabupaten ini). Pastilah kita menyalahkan Pemerintah dengan kata "Pemerintah gak Peduli | Pemerintah gak pernah lihat sekitar, cuma lingkungan kota saja! | Pemerintah Korupsi! memberikan fasilitas rakyat yang murahan." Tapi..... semua itu salah (kecuali statement yang ke-3 bisa jadi benar). Tidak semua masalah terjadi karena Pemerintah.. Pemerintah..~ namanya juga pemerintah, pe-me-rin-tah. Kita koreksi lagi diri kita, coba kita bayangkan JIKA ada sebuah jalan yang relatif kecil dan sempit yang kadang atau bahkan sering dilalui oleh TPS (Truk Pengangkut Sesuatu), pasti mengacu kembali ke penyebab kemacetan pertama.

3. Mobil Angkutan Umum

Sebelum menulis selebihnya saya minta maaf kepada kalian yang menggunakan jasa mobil angkutan umum ini, jika saya boleh jujur, setiap hari saya menggunakan motor untuk transportasi. Kenapa saya mencantumkannya? karena terkadang mobil ini melanggar aturan Berlalulintas, bahkan bisa menyebabkan kemacetan berkepanjangan ketika "ngetem" atau mencari penumpang dan juga ugal-ugalan mencari penumpang.

4. Banyaknya Kendaraan

Ini adalah point penting yang harus kita bahas, karena luas jalan di Indonesia sendiri tidak sebanding dengan banyaknya benda besi beroda empat ataupun dua yang dapat berjalan. Kita dapat bayangkan jika masing-masing orang memiliki 1 atau lebih kendaraan, berapa banyak total kendaraan di Indonesia?
Q : "Tidak bisa seperti itu. Kan kita menggunakan 1 kendaraan, tidak mungkin 2"
A : "Saya setuju dengan anda. Namun jika ada produk kendaraan yang baru liris, saya jadi ragu, anda adalah orang yang bisa dibilang memiliki harta lebih."
Q : "Kan cuma koleksi, tidak akan saya jual."
A : "Mustahil anda berkata seperti itu."

5. Fasilitas Lalulintas yang Kurang Memadai

Bisa kita lihat ketika hujan, beberapa lampu lalulintas rusak. Lampu jalan mati. Jalur khusus pejalan kaki juga sedikit sehingga memungkinkan pejalan kaki menggunakan bahu jalan, akibatnya kendaraan melaju dengan pelan, kemudian mengakibatkan macet. Apalagi yang galian-galian tidak jelas dipinggir jalan itu lho~.

Terus, Solusinya ?

Solusinya mudah namun rumit (kompleks :v ).

Memperbanyak kendaraan massal , contohnya :

Kereta Api / KRL.Kereta api adalah angkutan umum bebas hambatan jarak jauh yang hanya berhenti di Stasiun.
  1. Jika Pemerintah membangun dan menghubungkan kota-kota besar / kecil di Indonesia dengan kendaraan ini, kemungkinan besar para pengguna kendaraan besi tersebut akan beralih ke angkot (Angkutan antar-Kota) Kereta Api ini. Kenapa ? Karena mereka menghindari kemacetan.
  1. Tidak hanya itu, pendapatan Negara pun akan bertambah, karena banyaknya pengalihan penggunaan kendaraan pribadi yang memungkinkan penghematan BBM.
  1. Serta menggunakan kendaraan ini sebagai pengganti truk-truk pengangkut barang bermuatan besar, alhasil pemerintah tidak perlu lagi mengeluarkan dana-dana tidak jelas untuk membenahi jalan dikota-kota, karena jalan-jalan di perbatasan akan awet.

Penggantian mobil Angkot dengan Bus Angkot (Angkutan Kota).Bus Angkot disini berfungsi sebagai penghubung antar tempat/lokasi penting disuatu kota. Seperti Stasiun, Lokasi Hiburan, Sekolah, dan lainnya.


Pembatasan penggunaan Kendaraan Pribadi

Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi sepertinya perlu dilakukan, agar Pemerintah dapat mengalihkan penggunaan Kendaraan Pribadi ke Penggunaan kendaraan umum.

Pembatasan Pembelian Kendaraan

Jika solusi diatas diterapkan tetapi pembelian kendaraan seperti membeli kacang sama juga bohong.
Si-Dealer harus mematok harga yang relatif tinggi demi keuntungan mereka, kecuali mereka yang memiliki SIM-lah yang bisa membeli kendaraan. Peran Polisi disini sangat penting dalam pendataan SIM.

Perawatan

Maksudnya Perawatan fasilitas Publik. Jika bisa, Penambahan Fasilitas Publik.
Cukup jelas tanpa harus dijelaskan secara rinci.

Pembuatan Jadwal

Pembuatan jadwal sangatlah penting di Era Globalisasi. Tentunya semuanya harus Tepat Waktu.


Akhir kata dari penulis yang sudah muak dengan kemacetan di kota-kota besar. Semoga saja bermanfaat bagi para pembaca (biasanya mereka yang sedang mencari tugas ISD), Bangsa Indonesia, dan semuanya. Saya hanya menuangkan ide didalam pikiran yang mulai ruwet dengan tugas kuliah (bagi kalian jangan mengeluh yaa :p) Oh iya, ini adalah alamat link blog teman saya, dia yang memberi saya inspirasi melalui Postingannya.
http://www.variant-info.com/component/content/article/46-artikel/91-mengurai-kemacetan-di-jakarta-a-solusinya.html
Semoga Bermanfaat bagi kita semua !

Wassalamualaikum Wr.Wb.
NAMA        : Adi Nugraha Y
NPM         : 50414234
KELAS       : 1ia17
MATA KULIAH : Algoritma dan Pemrograman A
DOSEN       : Kunto Bayu A, S.T.

Quick Sort atau Partition Exchange Sort adalah suatu algoritma pengurutan data yang menggunakan teknik pemecahan data menjadi partisi-partisi. Untuk memulai irterasi pengurutan, pertama-tama sebuah elemen dipilih dari data,  kemudian elemen-elemen data akan diurutkan diatur sedemikian rupa, sehingga nilai variabel Sementara berada di suatu posisi ke I yang memenuhi kondisi sebagai berikut :

  1. Semua elemen di posisi ke 1 sampai dengan ke I-1 adalah lebih kecil atau sama dengan Sementara.
  2. Semua elemen di posisi ke I+1 sampai dengan ke N adalah lebih besar atau sama dengan Sementara.


Sebagai contoh, data yang akan diurutkan sejumlah 12 elemen sebagai berikut :
33 45 18 7 5 99 57 25 55 10 40 50
Misalnya element yang dipilih adalah element yang pertama, maka variabel Sementara bernilai 33. Setelah diatur, maka nilai 33 akan menempati posisi ke I, yaitu posisi urutan ke 6 sebagai berikut :
Tampak bahwa kondisi berikut terpenuhi, yaitu :
Semua elemen di posisi ke 1 sampai dengan posisi ke 5 (10, 25, 18, 7,dan 5) akan lebih kecil atau sama dengan nilai 33 yang dipilih.
Semua elemen di posisi ke 7 sampai dengan ke 12 (57,99,55,45,40 dan 50) aka lebih besar atau sama dengan nilai 33 yang dipilih.

Dengan demikian, data tersebut akan terpecah menjadi 2 partisi, sebagai berikut :
(10 25 18 7 5) 33 (57 99 55 45 40 50)
Proses ini diulangi kembali untuk masing-masing partisi data, yaitu untuk data (10, 25, 18, 7, 5) dan data (57, 99, 55, 45, 40, 50). Untuk partisi yang pertama, bila nilai Sementara yang diambil adalah data pertama kembali dalam partisi bersangkutan, yaitu 10 dan diatur kembali sedemikian rupa, maka nilai data yang dipilih akan terletak di posisi sebagai berikut:
(5  7) 10 (18 25) 33 (57 99 55 45 40 50)
Untuk mengurutkan masing-masing partisi, maka proses tersebut diulangi kembali dan tiap-tiap partisi dipecah-pecah kembali lebih lanjut. Kurung yang menutupi partisi menunjukkan data yang belum urut dan perlu diurutkan kembali. Sedang data yang tidak berada diantara tanda kurung merupakan data yang sudah diurut. Iterasi selanjutya sampai didapatkan data yang telah urut semuanya adalah sebagai berikut ini.

5  (7) 10 (18  25) 33 (57  99  55  45  40  50)
5   7  10  18 (25) 33 (57  99  55  45  40  50)
5   7  10  18  25  33 (50  40  55  45) 57 (99)
5   7  10  18  25  33 (50  40  55  45) 57  99
5   7  10  18  25  33 (45  40) 50 (55) 57  99
5   7  10  18  25  33 (45  40) 50  55  57  99
5   7  10  18  25  33  40 (45) 50  55  57  99
5   7  10  18  25  33  40  45  50  55  57  99

Bila diamati lebih lanjut, maka quick sort dapat didefinisikan dengan lebih mudah menggunakan prosedur rekursi. Misalnya untuk partisi sebagai berikut:

Maka Proses dari rekursi tampak pada pengurutan data dari bawah sampai dengan I-1 dan pengurutan I+1 sampai dengan atas.


Sumber :
http://kudaneal.blogspot.com/2010/11/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Internalisasi Belajar dan Spesialisasi

Pengertian Pemuda

Pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai. hal ini merupakan pengertian idiologis dan kultural daripada pengertian ini. Di dalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.

Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggung-jawabannya atas tatanan masyarakat, diantaranya adalah :
  • Kemurnian idealismenya
  • Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
  • Semangat pengabdiannya
  • Sepontanitas dan dinamikanya
  • Inovasi dan kreativitasnya
  • Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
  • Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
  • Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat, sikap dan tindakanya dengan kenyataan yang ada.

Pengertian Sosialisasi

Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuahkelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

Jenis Sosialisasi
Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat).

Sosialisasi primer
Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluarga dan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.

Dalam tahap ini, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.

Sosialisasi Sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. Dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Sedangkan dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami ‘pencabutan’ identitas diri yang lama.

Internalisasi
Internalisasi adalah proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusionalisasi saja,akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat. Norma-norma ini kadang dibedakan antara:

  • Norma-norma yang mengatur pribadi yang mencakup norma kepercayaan yang bertujuan agar manusia berhati nurani yang bersih.
  • Norma-norma yang mengatur hubungan pribadi, mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum serta mempunyai tujuan agar manusia bertingkah laku yang baik dalam pergaulan hidup dan bertujuan untuk mencapai kedamaian hidup.

Proses Sosialisasi

Tahap Persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.

Contoh: Kata “nakal” yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita diucapkan “atan”. Makna kata tersebut juga belum dipahami tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata makan tersebut dengan kenyataan yang dialaminya.

Tahap Meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang anma diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)

Tahap Siap Bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermainsecara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluargadan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.

Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama–bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya– secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

Peranan Sosial Mahasiswa & Pemuda di Masyarakat

Mahasiswa adalah kelompok pelajar yang bisa dikatakan sebagai golongan terdidik, karena mampu untuk mengenyam pendidikan tinggi, di saat sebagian yang lain dalam usia yang sama masih bergelut dengan kemiskinan dan keterbatasan biaya dalam mengakses pendidikan, terutama pendidikan tinggi.

Predikat tersebut tentulah dapat disinonimkan bahwa mahasiswa merupakan kaum intelektual, yang mempunyai basis keilmuan yang kuat sesuai dengan jurusan yang diambil masing-masing mahasiswa, yang berarti kemampuan akademik mahasiswa dapat diandalkan sebagai salah satu asset negara ini. Tetapi, mahasiswa juga merupakan sebuah entitas social yang selalu berinteraksi dengan masyarakat dari segala jenis lapisan, sehingga dalam hal ini mahasiswa pun dituntut untuk memainkan peran aktif dalam kehidupan social kemasyarakatan.

Pemuda adalah tulang punggung masyarakat. Generasi tua memilki keterbatasan untuk memajukan bangsa. Generasi muda harus mengambil peranan yang menentukan dalam hal ini. Dengan semangat menyala-nyala dan tekad yang membaja serta visi dan kemauan untuk menerima perubahan yang dinamis pemuda menjadi motor bagi pembangunan masyarakat. Sejarah membuktikan, bahwa perubahan hampir selalu dimotori oleh kalangan muda. Sumpah Pemuda, Proklamasi, Pemberantasan PKI, lahirnya orde baru, bahkan peristiwa turunnya diktator Soeharto dari singgasana kepresidenan seluruhnya dimotori oleh kaum muda. kaum muda pula yang selalu memberikan umpan balik yang kritis terhadap pongahnya kekuasaan.

PEMUDA & IDENTITAS

Pola Dasar Pembinaan & Perkembangan Generasi Muda

Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam poenanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaiksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :

  1. Landasan Idiil : Pancasila
  2. Landasan Konstitusional : Undang-undang dasar 1945
  3. Landasan Strategi : Garis-garis Besar Haluan Negara
  4. Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi
  5. Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat.


Motivasi asas pembinaan dan pengembangan generasi muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alinia IV.

Atas dasar kenyataan ini, diperlukan penataan kehidupan pemuda sehingga mereka mampu memainkan peranan yang penting dalam masa depan sekalipun disadari bahwa masa depan tersebut tidak berdiri sendiri. Masa depan adalah lanjutan masa sekarang, dan masa sekarang adalah hasil masa lampau. Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa datang sebagai bagian mutlak masa kini. Kepekaan terhadap masa datang membutuhkan pula kepekaan terhadap situasi-situasi lingkungan untuk merelevansikan partisipannya dalam setiap kegiatan bangsa dan negara. Untuk itu, kualitas kesejahteraan yang membawa nilai-nilai dasar bangsa merupakan faktor penentu yang mewarnai pembinaan generasi muda dan bangsa dalam memasuki masa datang.

Tanpa ikut sertanya generasi muda, tujuan pembangunan ini sulit tercapai. Hal ini bukan saja karena pemuda merupakan lapisan masyarakat yang cukup besar, tetapi tanpa kegairahan dan kreativitas mereka, pembangunan jangka panjang dapat kehilangan keseimbangannya.
Apabila pemuda masa sekarang terpisah dari persoalan masyarakatnya, sulit terwujud pemimpin masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri.
Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, yaitu :

  • Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan ketrlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.
  • Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kea rah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.


Pengertian pokok dan pembinaan dan pengembangan generasi muda

Pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok yaitu  :


  • Generasi muda sebagai subyek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal-bekal dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri dalam keterlibatannya secara fungsional bersama potensi lainnya, guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dalam rangka kehidupan berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
  • Generasi muda sebagai obyek pembinaan dan pengembangan ialah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan kemampuan –kemampuannya ke tingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fugsional


Masalah-masalah generasi muda

Saat ini generasi muda khususnya remaja, telah digembleng berbagai disiplin ilmu. Hal itu tak lain adalah persiapan mengemban tugas pembangungan pada masa yang akan datang, masa penyerahan tanggung jawab dari generasi tua ke generasi muda. Sudah banyak generasi muda yang menyadari peranan dan tanggung jawabnya terhadap negara di masa yang akan datang. Tetapi, dibalik semua itu ada sebagian generasi muda yang kurang menyadari tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa.

Adapun masalah yang dihadapi remaja masa kini antara lain :

1. Kebutuhan akan Figur Teladan
Remaja jauh lebih mudah terkesan akan nilai2 luhur yang berlangsung dari keteladanan orang tua mereka daripada hanya sekedar nasihat2 bagus yagn tinggal hanya kata2 indah.

2. Sikap Apatis
Sikap apatis merupakan kecenderungan untuk menolak sesuatu dan pada saat yang b ersamaan tidak mau melibatkan diri di dalamnya. Sikap apatis ini terwujud di dalam ketidakacuhannya akan apa yang terjadi di masyarakatnya.

3. Kecemasan dan Kurangnya Harga Diri
Kata stess atau frustasi semakin umum dipakai kalangan remaja. Banyak kaum muda yang mencoba mengatasi rasa cemasnya dalam bentuk “pelarian” (memburu kenikmatan lewat minuman keras, obat penenang, seks dan lainnya).

4. Ketidak-mampuan Untuk Terlibat
Kecenderungan untuk mengintelektualkan segala sesuatu dan pola pikir ekonomis, membuat para remaja sulit melibatkan diri secara emosional maupun efektif dalam hubungan pribadi dan dalam kehidupan di masyarakat. Persahabatan dinilai dengan untung rugi atau malahan dengan uang.

5. Perasaan Tidak Berdaya
Perasaan tidak berdaya ini muncul pertama-tama karena teknologi semakin menguasai gaya hidup dan pola berpikir masyarakat modern. Teknologi mau tidak mau menciptakan masyarakat teknokratis yang memaksa kita untuk pertama-tama berpikir tentang keselamatan diri kita di tengah2 masyarakat. Lebih jauh remaja mencari “jalan pintas”, misalnya menggunakan segala cara untuk tidak belajar tetapi mendapat nilai baik atau ijasah.

6. Pemujaan akan Pengalaman
Sebagian besar tindakan-tindakan negatif anak muda dengan minumam keras, obat-obatan dan seks pada mulanya berawal dari hanya mencoba-coba. Lingkungan pergaulan anak muda dewasa ini memberikan pandangan yagn keliru tentang pengalaman.

Potensi-potensi Generasi Muda

Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :

 1. Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. yang

 2. Dinamika dan Kreativitas
Adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan,

3. Keberanian Mengambil Resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan.

 4. Optimis dan Kegairahan Semangat Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.

 5. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya.

 6. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif.

 7. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif.

 8. Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI.

 9. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi 
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator.

Tujuan Pokok Sosialisasi


Tujuan Sosialisasi 

Sosialisasi mempunyai tujuan sebagai berikut :

  1. Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat
  2. Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif 
  3. Membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. 
  4. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat. 



PERGURUAN DAN PENDIDIKAN


Mengembangkan potensi generasi muda

Generasi muda memiliki peranan penting dalam memajukan dan meningkatkan pembangunan. Begitu banyak potensi yang dimiliki oleh generasi muda, mereka mampu berkarya dan berekspresi dengan bebas ,tetapi masih dalam lingkup yang sewajarnya dan tidak menyalahi aturan. Pengembangan potensi tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga, orang tua dapat mengembangkan potensi anak mereka sejak berusia balita, orang tua dapat mengarahkan apa dan kemana potensi yang dimiliki oleh anak mereka sehingga lahirlah generasi muda yang memiliki potensi sesuai minat masing-masing anak.

Generasi muda dapat mengembangkan potensi mereka melalui hoby atau kesenangan masing-masing, contohnya jika anak menyukai musik maka ia bisa mengembangkan potensinya dengan membuat sebuah band atau mengikuti kursus bermain musik sehingga potensi anak tersebut redup tanpa ada perkembangan.

Potensi generasi muda juga dapat membangun rasa bangga pada diri sendiri. Keluarga dan negara juga merasa bangga atas potensi yang dimiliki oleh anggota keluarga atau sebagai masyarakat. Tapi bagaimana jika generasi muda saat ini mengisi hari mereka dengan hanya menghabiskan uang orang tua dengan membeli barang-barang yang tidak terlalu dibutuhkan, Sex di luar nikah, penyalahgunaan obat narkotika tak dapat dihindari, mabuk-mabukan (minum-minuman keras), dan masih banyak lagi hal-hal lain yang sangat menyedihkan. Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan orang tua dapat mengarahkan sejak dini kemana arah yang paling tepat dan baik untuk perkembangan anak mereka sehingga generasi muda dapat memiliki potensi yang sangat berguna bagi nusa dan bangsa.

Di negara-negara maju, salah satu di antaranya adalah Amerika Serikat, para mahasiswa sebagai bagian generasi muda, didorong, dirangsang dengan berbagai motivasi dan dipacu untuk maju dalam berlomba menciptakan suatu ide / gagasan yang harus diwujudkan dalam suatu bentuk barang, dengan berorientasi pada teknologi mereka sendiri.

Pengertian Pendidikan dan Perguruan Tinggi

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam — sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka — walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar.

Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi. Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik perguruan tinggi disebut dosen.
Menurut jenisnya perguruan tinggi dibagi menjadi 2 :


  1. Perguruan tinggi Negeri adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Negara
  2. Perguruan tinggi Swasta, adalah perguruan tinggi yang pengelolaan dan regulasinya dilakukan oleh Swasta

Alasan-alasan untuk Berkesempatan Mengenyam Pendidikan Tinggi

Pembicaraan tentang generasi muda/pemuda, khususnya yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi menjadi penting , karena berbagai alasan.
Pertama, sebagai kelompok masyarakat yang memperoleh pendidikan terbaik, mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakatnya, karena adanya kesempatan untuk terlibat di dalam pemikiran,pembicaraan serta penelitian tentang berbagai masalah yang ada dalam masyarakat. Kesempatan ini tidak tidak dimiliki oleh generasi muda pemuda pada umumnya. Oleh karena itu, sungguh pun berubah-ubah, namun mahasiswa termasuk yang terkemuka di dalam memberikan perhatian terhadap masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat secara nasional.

Kedua, sebagai kelompok masyarakat yang paling lama di bangku sekolah, maka mahasiswa mendapatkan proses sosiaslisasi terpanjang secara berencana dibandingkan dengan generasi muda/pemuda lainnya. Melalui berbagai mata pelajaran seperti PMP, Sejarah, dan Antropologi maka berbagai masalah kenegaraan dan kemasyarakatan dapat diketahui.
Ketiga, mahasiswa yang berasal dari berbagai etnis dan suku bangsa dapat menyatu dalam bentuk terjadinya akulturasi sosial dan budaya. Hal ini akan memperkaya khasanah kebudayaannya , sehingga mampu melihat Indonesia secara keseluruhan.
Keempat, mahasiswa sebagai kelompok yang akan memasuki lapisan atas dari susunan kekuasaan, struktur perekonomian dan prestise di dalam masyarakat, dengan sendirinya merupakan elite di kalangan generasi muda/pemuda, umumnya mempunyai latar belakang sosial, ekonomi, dan pendidikan lebih baik dari keseluruhan generasi muda lainnya. Dan adalah jelas bahwa mahasiswa pada umumnya mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan berorganisasi yang lebih baik dibandingkan generasi muda lainnya.
Sumber :
http://filzaah.wordpress.com/2013/11/10/pemuda-dan-sosialisasi/
http://aryanwidodo.blogspot.com/
http://id.wikipedia.org/wiki/Sosialisasi

NAMA        : Adi Nugraha Y
NPM         : 50414234
KELAS       : 1ia17


1. Pertumbuhan Individu / manusia

A. Pengertian pertumbuhana individu / manusia :

Terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalamaan atau empire luar melalui panca indra yang menimbulkan pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimblkan reflexions

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan invidu

a. Faktor Natavistik
Faktor yang dibawa sejak lahir.

b. Faktor pendiri Emperistik dan Environmentalistik
Pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan
sedang dasar tidak berperan sama sekali.

c. Faktor pendiri konvengsi dan interaksionisme
– Konsepsi konvergensi yaitu menganggap pertumbuhan individu itu ditentukan
oleh dasar ( bakat ) dan lingkungan,
– Konsepsi Interaksionisme
Yang berbanding dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan individu.

2. Fungsi Keluarga

Keluarga (bahasa Sanskerta: “kulawarga”; “ras” dan “warga” yang berarti “anggota”) adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah.

Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.

Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga menurut Friedman 1998 (dalam Setiawati & Santun, 2008) adalah :
a) Fungsi Afektif
Fungsi afektif adalah fungsi internal keluarga sebagai dasar kekuatan keluarga. Didalamnya terkait dengan saling mengasihi, saling mendukung dan saling menghargai antar anggota kelurga.
b) Fungsi Sosialisasi
Fungsi sosialisasi adalah fungsi yang mengembangkan proses interaksi dalam keluarga. Sosialisasi dimulai sejak lahir dan keluarga merupakan tempat individu untuk belajar bersosialisasi
c) Fungsi Reproduksi
Fungsi reproduksi adalah fungsi keluarga untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia.
d) Fungsi Ekomomi
Fungsi ekonomi adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarganya yaitu : sandang, pangan dan papan.
e) Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi perawatan kesehatan adalah fungsi keluarga untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan dan merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
Pengertian Keluarga

  • Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut Departemen Kesehatan RI 1998).
  • Kumpulan beberapa orang yang karena terikat oleh satu turunan lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu untuk memuliakan masing-masing anggotanya. (Ki Hajar Dewantara).
  • Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan dan mereka hidupnya dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan didalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.(Menurut Salvicion dan Ara Celis).

Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :

  • Unit terkecil dari masyarakat
  • Terdiri atas 2 orang atau lebih
  • Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah
  • Hidup dalam satu rumah tangga
  • Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga
  • Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
  • Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
  • Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan


Golongan-golongan masyarakat dibedakan menjadi 3, yaitu :


  1. Golongan Atas : Golongan ini bisa dibilang setiap hari sandang pangan papannya tercukupi, dan memiliki banyak kelebihan dari penghasilan mereka.
  2. Golongan Menengah : Golongan menengah setiap hari sandang pangan papannya tercukupi, namun sedikit bahkan tidak memiliki kelebihan dari penghasilan mereka.
  3. Golongan Bawah : Golongan ini yang paling tragis, karena tidak setiap hari sandang pangan papan mereka bisa terpenuhi.

Membedakan Antara Keluarga Masyarakat Industri Dan Non Industri

Masyarakat Non Industri

Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).

(a) Kelompok primer

Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.

Dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.

(b) Kelompok sekunder

Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.

Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran

Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.
Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.

Maysarakat Industri

Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).

Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.

Hubungan Antara Individu, Keluarga Dan Masyarakat

Makna Individu

Terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena      pengaruh baik dari pengalamaan atau empire luar melalui panca indra yang menimbulkan pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimblkan reflexions.

Makna Keluarga

Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.

Makna Masyarakat

Sebagaimana telah banyak diketahui, bahwa masyarakat merupakan kategori yang paling umum untuk menyebut suatu kumpulan manusia yang saling berinteraksi secara kontinyu dalam suatu wilayah atau tempat dengan batas-batas geografik, sosial, atau kultural yang tertentu.

Hubungan Antara Individu, Keluarga Dan Masyarakat

1. Hubungan individu dengan keluarga
Individu memiliki hubungan yang erat dengan keluarga, yaitu dengan ayah, ibu, kakek, nenek, paman, bibi, kakak, dan adik. Hubungan ini dapat dilandasi oleh nilai, norma dan aturan yang melekat pada keluarga yang bersangkutan.
Dengan adanya hubungan keluarga ini, individu pada akhirnya memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya dalam keluarga.

2. Hubungan individu dengan masyarakat
Hubungan individu dengan masyarakat terletak dalam sikap saling menjungjung hak dan kewajiban manusia sebagai individu dan manusia sebagai makhluk sosial. Mana yang menjadi hak individu dan hak masyarakat hendaknya diketahui dengan mendahulukan hak masyarakat daripada hak individu. Gotong royong adalah hak masyarakat, sedangkan rekreasi dengan keluarga, hiburan, shopping adalah hak individu yang semestinya lebih mengutamakan hak masyarakat.

Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah utama yang cukup serius bagi kita semua. Penyebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.

Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.

A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi

  1. Kehidupan kota yang lebih modern
  2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
  3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
  4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi

  1. Lahan pertanian semakin sempit
  2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
  5. Diusir dari desa asal
  6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

C. Keuntungan Urbanisasi

  1. Memoderenisasikan warga desa
  2. Menambah pengetahuan warga desa
  3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
  4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa

D. Akibat urbanisasi

  1. Terbentuknya suburb tempat-tempat pemukiman baru dipinggiran kota
  2. Makin meningkatnya tuna karya (orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap)
  3. Masalah perumahan yg sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan
  4. Lingkungan hidup tidak sehat, timbulkan kerawanan sosial dan kriminal

http://ekkydarmawan1.wordpress.com/2012/10/22/1-pertumbuhan-individu-2-fungsi-keluarga-3-individu-keluarga-dan-masyarakat-4-hubungan-antara-individu-keluarga-dan-masyarakat-5-urbanisasi/

Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, mendorong pertumbuhan semua aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan aspek-aspek kehidupan tersebut, maka bertambahlah sistem mata pencaharian hidup dari homogan menjadi kompleks.
Berbeda dengan makhluk lain, manusia memiliki kelebihan dalam kehidupannya. Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya.
Pemanfaatan dan pengembangan akal budi telah terungkap pada perkembangan kebudayaan, baik kebudayaan rohaniah maupun kebudayaan kebendaan.
Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara pikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan salahsatu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi (umumnya) dan masalah penduduk (khususnya). Karena berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara bahkan dunia.

Disamping itu, apabila pertambahan pendudk tidak seimbang dengan pertambahan fasilitas hidup akan menimbulkan masalah. Misalkan jika bertambah tingginya angka pengangguran, maka tingkan kemiskinan pun semakin meningkat, serta banyak anak2 yg tidak sekolah, dan tingginya berbagai kejahatan atau kriminalitas.

Perkembangan penduduk dunia sejak tahun 1830 sampai sekarang :

Perkembangan Penduduk Dunia
Tahun 1830 - 2006
Tahun
Jumlah Penduduk (milyard)
Perkembangan / tahun (%)
1830
1
-
1930
2
1
1960
3
1,7
1975
4
2,2
1987
5
2
1996
6
2
2006
7
2

Sumber : Iskandar N, Does Sampurno Masalah Pertambahan Penduduk di Indonesia.

Jika dilihat dari tabel tersebut, pertumbuhan penduduk dunia semakin cepat. Penggandaan penduduk (double population) jangka waktunya semakin singkat. Bertambah cepatnya penggandaan penduduk tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Penggandaan Penduduk Dunia
Tahun Penggandaan
Perkiraan Penduduk Dunia
Waktu
800 SM
5 juta
 -
1650 tahun
500 juta
1500
1830 tahun
1 milyard
180
1930 tahun
2 milyard
100
1975 tahun
4 milyard
45

Sumber : Ehrlich, Paul, R, et, al, Human Ecology W.H. Freeman andCo San Fransisco

Waktu penggandaan penduduk dunia selanjutnya diperkirakan 35 tahun. Penambahan/pertumbuhan penduduk di suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor- faktor demografi sebagai berikut :

  1. Kematian ( Mortalitas )
  2. Kelahiran ( Fertilitas )
  3. Migrasi

Di dalam pengukuran demografi ketiga faktor tersebut diukur dengan tingkat/rate. Tingkat/rate ialah kejadian dari peristiwa yang menyatukan dalam bentuk perbandingan. Biasanya perbandingan ini dinyatakan dalam tiap 1000 penduduk.

1. Kematian

Ada beberapa tingkat kematian. Akan tetapi disini hanya dijelaskan dua jenis kematian saja yaitu :

a. Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/ CDR)

Tingkat kematian kasar adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut. Seperti Rumus berikut :

CDR = Jumlah kematian/Jumlah penduduk pertengahan th. x 1.000
atau :
CDR = D/ Pm K
Keterangan :
D = Jumlah KematianPm = Jumlah penduduk per pertengahan tahunK = Konstanta = 1.000

Jadi jumlah penduduk yang mewakilii suatu tahun tertentu ialah penduduk pada bulan juni.

Penduduk pertengahan tahun ini dapat dicari dengan rumus sebagai berikut

  1. Pm = 1/2 (P1 + P2)
  2. Pm = P1 + (P2-P1)/2
  3. Pm = P2 – (P2-P1)/2
Keterangan :Pm = Jumlah penduduk pertengahan tahunP1 = Jumlah penduduk pada awal tahunP2 = Jumlah penduduk pada akhir tahun


Contoh :
Jika daerah X pada tanggal 31 Desember 1980 mempunyai penduduk 550 orang dan pada tanggal 31 Desember 1981 mempunyai penduduk 650 orang, maka jumlah jumlah penduduk pada pertengahan tahun 1981 berjumlah :
1/2 (550+650) = 600 orang.
Apabila pada tahun 1981 di daerah X ada 12 orang yang meninggal dunia, maka :
CDR = 12/600 x 1000 = 20.
Jadi pada tahun 1981 di daerah X tiap 1000 penduduk terdapat kematian/jumlah yang meninggal 20 orang.

b. Tingkat Kematian Khusus (Age Specific Death Rate)

Kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur, jenis kelamin, dan pekerjaan. Umpama laki- laki berusia 85 tahun mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mati daripada laki- laki berusia 24 tahun. Orang laki- laki yang berada di medan perang lebih besar kemungkinan untuk mati daripada istri mereka yang berada di rumah.

Karena perbedaan resiko kematian tersebut, maka digunakan tingkat kematian menurut umur (Specific Death Rate). Dengan tingkat kematian ini menunjukkan hasil yang lebih teliti. Kematian jenis ini dapat dibuat rumus :

ASDRi = Di/Pmi x K
Keterangan :
D1 = Kematian penduduk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun kelompok umur i.
K = Konstanta = 1000

2. Kelahiran Hidup

Fertilitas (Kelahiran hidup) adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Tinggi rendahnya kelahiran dalam suatu/sekelompok penduduk erat hubungannya dan tergantung pada : struktur umur, alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita, serta pembangunan ekonomi. Tingkat kelahiran kasar (Crude Birth Rate/CBR). Tingkat kelahiran kasar adalah jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun tersebut.
Rumusnya :
CBR = Jumlah lahir hidup/Jumlah penduduk pada pertengahan th. X 1.000
Atau :
BCDR = b/Pm K
Keterangan :
b = Jumlah kelahiran hidup pada suatu dunia pada suatu tahun tertentu
Pm = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun
K = Konstanta (1000)

a. General Fertility Rate (GFR) / Angka Kelahiran Umum

GFR adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran per 1000 wanita usia produktif. Wanita yang berumur produktif antara 15-44 tahun atau 15-49 tahun.
Jadi untuk menghitung angka kelahiran ini diperlukan jumlah penduduk wanita usia produktif / subur.
Rumus :
GFR = Juml. kelahiran hidup per th. tertentu/Juml. Wanita usia subur pd pertengahan th. x 1.000
atau :
BGFR = B/Fm(15-44)tahun x K
atau :
BGFR = B/Fm(15-49) x K
Keterangan :
B = Jumlah kelahiran hidup pada suatu daerah pada suatu tahun tertentu
Fm = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun
K = Konstanta (=1000)

Di Indonesia jumlah wanita dalam usia subur (15-49) tahun sekitar 23530 ribu dan jumlah kelahiran sekitar 2985 ribu sehingga :
GFR = 2985/23530 x 1.000 = 127


b. Age Specific Fertility Rate (ASFR) Tingkat Kelahiran Khusus

ASFR menunjukkan banyaknya kelahiran menurut umur dari wanita yang berada dalam kelompok umur 15- 49 tahun. Ukuran ini lebih baik daripada ukuran di atas, karena pengaruh daripada variasi kelompok umur dapat dihilangkan. Oleh karena itu ada perbedaan yang jelas mengenai fertilitas wanita dalam tiap kelompok interval 5 tahun.
Rumus :
ASFRi = Bi/FMi x K
Keterangan :
Bi = Jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur 1 tahun
FMi = Jumlah penduduk wanita pada pertengahan tahun dalam kelompok umur i.
K = Konstanta (=1000)

Migrasi

Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu penduduk dari suatu tempat ke tempat lainnya. Hal ini biasanya akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan. Untuk itu langkah- langkah migran dalam menentukan keputusannya untuk pindah ke tempat lain yang lebih baik dengan lebih dahulu mengetahui faktor- faktor seperti persediaan sumber alam, lingkungan sosial budaya, potensi ekonomi, dan alat masa depan. Hal ini dilakukan demi terhindarnya dari akibat negatif.

Macam- macam Migrasi, antara lain :
  1. Migrasi Internasional, migrasi ini dibagi lagi menjadi tiga, yaitu :
    1. Imigrasi : Masuknya penduduk ke suatu negara.
    2. Emigrasi : Keluarnya penduduk ke negara lain.
    3. Remigrasi : Kembalinya penduduk ke negara.
  2. Migrasi Nasional, migrasi ini dibagi lagi menjadi empat, yaitu :
    1. Urbanisasi : Dari Desa ke Kota.
    2. Transmigrasi : Dari Pulau ke Pulau.
    3. Ruralisasi : Dari Kota ke Desa.
    4. Evakuasi : Dari tempat yang tidak aman ke tempat aman.
Proses Migrasi ada dua, yakni :
  1. Migrasi bertahap
  2. Migrasi langsung
Akibat dari Migrasi
Dengan adanya migrasi akan menimbulkan masalah- masalah sosial seperti, pertama, terjadinya pertikaian karena banyaknya suku yang berbeda- beda, perbedaan sosial budaya, perbedaan pola pikir maupun perbedaan tutur kata. Kedua, Rawan terjadi bencana alam karena dengan banyaknya imigran ke kota maka lahan penghijauan akan menjadi sasaran pembangunan perumahan sehingga untuk resapan air pun berkurang. Ketiga, susahnya mendapatkan udara bersih nan asri karena banyaknya imigran membawa kendaraannya dan elektronik yang menyebabkan polusi. Keempat, meningkatnya pengangguran karena banyaknya imigran yang pindah ke kota dengan begitu semakin sempitnya lahan peluang kerja.

Ada tiga jenis struktur penduduk, diantaranya :
  • Piramida penduduk muda : Piramida ini menggambarkan jumlah angka kelahiran lebih besar daripada jumlah angka kematian. Bentuk piramida ini umumnya kita lihat pada negara- negara yang sedang berkembang. Contohnya : Indonesia, India, Brazil.
  • Piramida stationer : Piramida ini menggambarkan tingkat kematian yang rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi. Piramida ini terdapat di negara- negara maju. Contohnya : Swedia, Belanda, Skandinavia.
  • Piramida penduduk tua : Piramida ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat pesat dan tingkat kematian kecil sekali. Negara yang bentuk piramida seperti ini adalah Inggris, Jerman, Perancis.

Rasio Ketergantungan

Rasio ketergantungan adalah angka yang menunjunkan perbandingan jumlah penduduk golongan umur yang  belum produktif dan sudah tidak produktif dengan jumlah penduduk golongan umur produktif kerja.

Batas umur produktif antara 15 tahun sampai 65 tahun. Rumus ketergantungan rasio adalah sebagai berikut :

DR
atau
DR +

Semakin tinggi usia muda dan usia jompo, maka semakin besar rasio ketergantungannya. Maksudnya untuk dapat menghasilkan barang atau jasa membutuhkan beban yang sangat tinggi sesuai permintaan. Ukuran rasio ketergantungan adalah sebagai berikut :

DR < 62,33%  adalah baik
DR > 62,33% adalah buruk

Penggolongan umur produktif sangat berpengaruh  pada lapangan pekerjaan untuk dapat menghasilkan produktivitas. Berikut adalah penggolongan menurut DW Sleumer :

  • 0 – 14        golongan belum produktif
  • 15 – 19      golongan kurang produktif  penuh
  • 20 – 54      golongan produktif
  • 55 – 64      golongan tidak produktif penuh
  • >  65          golongan inproduktif


Penggolongan menurut Sumbarg :

  • 0 – 15        golongan belum produktif
  • 15 – 65      golongan produktif penuh
  • >  65          golongan produktif berkurang


Penggolongan menurut Widjojo, pullerd, dan John Clark.

  • 0 – 14        golongan belum produktif
  • 15 – 64      golongan prduktif
  • > 65          golongan tidak produktif


Pertumbuhan dan Kebudayaan di Indonesia

Zaman Batu sampai Zaman Logam

Menurut para ahli prehistoris, zaman batu terbagi menjadi dua, yaitu :

  • Zaman batu tua (Paleolithikum)
  • Zaman batu muda (Neolithikum)

Pada zaman dahulu, alat kapak gengggam sangat terkenal pada zaman itu. Alat itu berasal dari Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai ke Punsjab (India). Para ahli prehistori melakukan penelitian bahwa bangsa Proto Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar atau kecil berasal dari Cina Selatan, dan menyebar sampai Semenanjung Malaka.

Untuk daerah negara Indonesia, kapak tersebut tersebar di daerah Sumatra, Jawa, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, hingga sampai ke Flores. Kapak batu tersebut diasah sampai mengkilap dan diikat pada tangkai kayu pada rotan.

Bersamaan dengan kapak genggam, tersebar pula bahasa Proto Austronesia, yaitu sebagai induk bahasa dari bangsa-bangsa yang mendiami pulau Samudra Indonesia dan Pasifik. Bahasa Proto Austronesia disebut-sebut sebagai bahasa melayu. Bahasa tersebut dijadikan bahasa resmi, bahasa kesatuan Republik Indonesia.

Pada zaman batu muda (Neolithikum), masyarakat tersebut mampu  membuat aneka ragam senjata berburu, senjata perang, serta alat lain yang mereka perlukan. Suatu hal yang perlu diingat ialah kenyataan yang jelas bahwa Indonesia sebelum zaman Hindu telah mengenal kebudayaan yang derajatnya tinggi, hal tersebut sangat penting dalam perkembangan sejarah Indonesia selanjutnya.

Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam

Kebudayaan Hindu dan Budha

Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, tepatnya di Pulau Jawa. Agama Hindu berasal dari negara India. Namun, pada abad ke-5, ajaran agama Budha masuk ke Indonesia, tepatnya di perairan Pulau Jawa. Ajaran agama Budha lebih maju  dari pada ajaran agama Hindu, karena agama Budha tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.

Pada akhirnya, ke-2 agama tersebut mampu berkembang dan berdampingan secara damai. Penganut agama Hindu dan Budha melahirkan karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra. Contoh dari arsitektur tersebut adalah bangunan candi Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Badut, dan lain-lain. Candi Borobudur adalah candi terbesar dan termegah di Asia Tenggara, dan tercatat sebagai bangunan 10 besar keajaiban dunia.

Kebudayaan Islam

Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-15 dan 16 yang disebar oleh Wali Sanga. Masuknya agama Islam khususnya di Pulau Jawa berlangsung dengan suasana damai. Hal tersebut disebabkan karena tidak ada paksaan dari pihak manapun , melainkan secara baik-baik. Daerah yang belum terpengaruh oleh ajaran Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan penduduk daerah yang bersangkutan, misalnya  di daerah Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatra timur, Sumatra Barat, dan pesisir Kalimantan.

Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi penganut terbesar penduduk Indonesia. Kebudayaan Islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Kebudayaan Barat

Kebudayaan barat masuk ke Indonesia ketika kaum penjajah memasuki wilayah Indonesia, yaitu bangsa Belanda.Pasukan VOC membuat bangunan dengan gaya arsitektur barat, khususnya di wilayah Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapisan sosial, yaitu Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh dan Lapisan sosial kaum pegawai.

Dalam hal ini, penyebaran agama juga terjadi, yaitu agama Katolik dan Kristen yang semuanya bersifat swasta. Penyiaran tersebut dilakukan dengan penduduk yang belum terpengaruh dengan agama lainnya. Daerah tersebut antara lain : Irian Jaya, Maluku Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan pedalaman Kalimantan. Penelitian yang dilakukan Antrophologi menunjukan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan. Setiap masyarakat mempunyai sistem nilai dan kaidah sebagai konkretisasi. Nilai dan kaidah berisikan harapan masyarakat, perihal perilaku yang pantas dari perilaku seseorang. Batas-batas tersebut menjadi suatu aturan permainan dalam pergaulan hidup.

Kepribadian bangsa Indonesia yang ramah tamah, suka menolong, memiliki sifat gotong royong, artinya ciri umum dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang berada di Indonesia, dan terpatri menjadi ciri khas kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri.

Sumber :
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/index-mkdu_isd.htm
http://pengantarilmu-mujahid.blogspot.com/2011/12/macam-macam-migrasi.html
http://vitaloka09.blogspot.com/2013/10/softskill-isd-tugas-2-pertumbuhan.html
http://sandradesnia.wordpress.com/2012/10/07/tugas-ke-2-isd-pertumbuhan-dan-perkembangan-penduduk/

Lain-lain

Followers

About Me

Foto Saya

Music + Image + Code = my Life
Desain template oleh Adi Nugraha Diberdayakan oleh Blogger